Sabtu, 01 Februari 2014

KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN

MENJADI CALON IMAN DI JAMAN MODEREN  DAN MENJADI IMAN DI JAMAN YANG SEMAKKIN MODEREN
Para religious hari demi hari membawah kabar   ke pada  umatnnya  untuk memperoleh segampang  sebutan saja tetapi beratnya  kalau di hidupinya, kesensaraan nya  teriring pula . seorang calon  di persiapkan dengan baik ,agar di kemudian hari  di utus  sebagai pembawah kabar.  Pembawah kabar ini di kenal sebagai iman . ia di pangil secara khusus dan (langsung) oleh Tuhan . dia di utus pada jaman dan pada tempat tertentu  serta berbicara dengan orang -orang  zaman itu. Sesunguhnnya Aku meneruh  perkataan   perkataan di mulut mu (Yer 1:9) Maka ia di kenel sebagai insane Firman Allah dan Hati  Nurani Bangsa .Dengan demikin seoran g calon  iman di persipkan dalam sebuh konitas  (secara pribadi komunal),dengan suatu gaya  hidup dengan segala macam  posibilitas  sepanjan formasinya  sebagai mana munking  ia menjadi  insan  Firman Allaah  dan hati nurani bangsa  ke pada zaman tempat tertenu  dan juga jaman itu .  persiapkal di akui  menurut kehendaknya .Formasi dalam sebuah  komonitas adalah  bekal hidup seseorang calon .Oki ,  proses formasi juga  ikut  mengkotribusi  ke pada calon iman  dalam mempersiapkan  dirinya untuk menjadi iman .
    Sebagai calon  telah menyadari  bahwah kini menjadi  calon iman  di zaman ,moderen  dan akan menjadi  semakin modern . Cara hidup yang bagaimana? Bagaimana mestinny   akan menjedi mulut Tuhan  di zaman yang semkin modern nanti ?        Misalnnya :        Menyuarahkan menghadiri kembali Yesus  yang bankit  dua ribu tahun  yang lalu kepda umat  yang memiliki  mentaliyas modern. Bagaimana mereka bisa merasakan  dan menyadari hal yang trjadi dua ribu tahmun lalu  sementara proses hidup mereka adalah  kontribusi dari  berbagai ilmu.       Apakah Pertanyaan di atas  menyanekut formasi  dalam sebuh komunitas  atau pada seorag pribadi?Kedu duany !.Secara individual  munking menyankut pribadi  tetapi sebagai aeorang calon iman yang hidup  di dalam komuniitas  munkin saja menyankut proses  Formasinya .Apakah secara pribadi  telah mempersiapkan diri  untuk menjadi mulut  Tuhan  di zaman modern ?  Ataukah prose formasi  sudah bisa membentuk  seoran calon iman  di dunia yang semakin modern ini  yang meman realitasnya  semakin komples?

2 komentar: